Kamis, 19 September 2013

Genom virus bakteri,hewan, dan tumbuhan

Genom virus bakteri,hewan, dan tumbuhan , Dalam biologi molekuler, genom adalah rangkaian yang mengandung informasi genetik yang ada pada suatu makhluk hidup. Jadi, jawabannya hanya dua, DNA atau RNA. Sederhana saja. Virus memiliki genom yang bervariasi tergantung spesiesnya. Ada yang memiliki genom DNA dan ada juga yang memiliki RNA, dan ada juga yang memiliki DNA dan RNA sekaligus namun bukan pada satu fase kehidupan (DNA ketika berada di luar inang dan RNA ketika menginfeksi inangnya). Bakteri hanya memiliki DNA Hewan dan tumbuhan memiliki DNA Bias disebut juga - Kuman adalah istilah umum Indonesia daripada hewan mikro biologis yang juga disebut dengan nama bakteri. Biasanya kuman membawa bibit penyakit. - Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV). NAMA NAMA SPESIES Hewan 1. Sus scrofa : Babi liar di Eropa 2. Choeropsis liberiensis : Kuda Nil pigmi Afrika 3. Rhinocheros sondaicus : Badak ujung kulon 4. Cepra aegrasus : Kambing 5. Bos sondaicus : Banteng 6. Bos indicus : Sapi india 7. Canis lupus : Serigala eropa 8. Helarctos malayanus : Beruang madu 9. Felis leo : Macan afrika 10. Panthera tigris : Macan asia 11. Delphinus delphis : Lumba-lumba 12. Berardius bairdii : Paus berparuh raksasa 13. Nasalis larvatus : Bekantan kalimantan 14. Sympalangus syndactylus : Gibon/siamang 15. Pteropus sp : Kalong 16. Eptecicus sp : Kelelawar coklat 17. Marcopus cangaroo : kanguru australia 18. Thylogale bruijni : Kanguru irian 19. Ornithorhynchus anatinus : Platipus 20. Cygnus sp : Angsa 21. Dendrocigna javanica : Belibis 22. Leucopsar rothschildi : Jalak 23. Gracula religiosa : Beo 24. Paradisiea apoda : Cendrawasih 25. Pycnonotus aurigaster : Ketilang 26. Geopelia striata : Perkutut 27. Streptopelia chinensis : Tekukur 28. Columba livia : Merpati 29. Gallus gallus banleiva : Ayam hutan 30. Meghacephalon maleo : Maleo sulawesi utara 31. Meleagris gallopavo : Ayam turki 32. Struthio camelus : Burung unta 33. Crocodylus americanus : Buaya 34. Alligator sp : Buaya 35. Mabouya multifasciata : Kadal 36. Chameleon chameleon : Bunglon 37. Varamus komodoensis : Komodo 38. Lampropeltis bovlii : Ular belang 39. Naya tripudont : Ular kobra 40. Python molurus : Ular sawah 41. Sphenodon punctatum : Tuatara 42. Chelonia mydas : Penyu hijau 43. Chelonia imbricata : Penyu besar 44. Rana sp : Katak 45. Polypedates leucomystax : Katak pohon 46. Bufo marinus : Katak besar 47. Cryptobranchus : Salamander di sungai 48. Hynobius : Salamander daratan asia 49. Hippocampus kuda : Kuda laut 50. Clarias batrachus : Ikan lele 51. Cyprinus carpio : Ikan mas 52. Chanos chanos : Ikan bandeng 53. Channa striata : Ikan gabus 54. Osphronemus gouramy : Gurami 55. Oreochromis mossambicus : Ikan mujair 56. Lutjanus argentimaculatus : Ikan kakap merah 57. Spyrna tudes : Hiu martil 58. Dasyatis sabina : Ikan pari 59. Squalus achantias : Hiu berkepala anjing 60. Bubalus quarlesi : Anoa 61. Euplectella : Pena laut 62. Physalia pelagica : Ubur-ubur api 63. Aurelia aurita : Ubur-ubur 64. Metridium marginatum : Mawar laut 65. Tubifora musica : Karang suling 66. Fasciola hepatica : Cacing hati 67. Taenia saginata : Cacing pita 68. Ascarisa lumbricoides : Cacing perut manusia 69. Enterobius vermicularis : Cacing kremi 70. Loa loa : Cacing mata pada manusia 71. Lumbriscus terrestris : Cacing tanah di eropa 72. Tubifex sp : Cacing air tawar 73. Hirudo medicinalis : Lintah air tawar 74. Haemadipsa javanica : Pacet di darat 75. Achatina fulica : Bekicot 76. Limnea javanica : Siput air tawar 77. Loligo pealii : Cumi-cumi 78. Sepia oficinalis : Sotong 79. Octopus vulgaris : Gurita 80. Octopus bairdii : Gurita merah 81. Pinctada margaritifera : Tiram mutiara 82. Pepanus sp : Udang windu 83. Panulirus argus : Lobster/udang besar 84. Portunus sexdentatus : Kepiting 85. Birgus latro : Ketam kenari 86. Paratelphusa maculata : Yuyu 87. Heteropoda venatoria : Laba-laba pemburu 88. Loxosceles reclusa : Laba-laba beracun 89. Lepisma : Kutu buku 90. Archotermopsis : Rayap/laron 91. Anax imperator : Sibar-sibar raja 92. Cimex : Kutu busuk 93. Leptocorisa acuta : Walang sangit 94. Drosophila melanogaster : Lalat buah 95. Periplaneta americana : Kecoak 96. Acheta domestica : Jengkrik 97. Musca domestica : Lalat rumah 98. Pteroptyx malacca : Kunang-kunang 99. Monomorium monomorium : Semut 100. Apis indica : Lebah madu Tumbuhan 1. Pinus mercusii : Pinus 2. Gnetum gnemon : Belinjo 3. Casuarina equisetifolia : Cemara 4. Ficus benjamina : Beringin 5. Artocarpus integra : Nangka 6. Artocarpus communis : Sukun 7. Artocarpus champeden : Cempedak 8. Piper nigrum : Lada 9. Piper betle : Sirih 10. Ricinus communis : Jarak 11. Cananga odorata : Kenanga 12. Annona muricata : Sirsak 13. Annona squamosa : Srikaya 14. Nymphaea lotus : Teratai 15. Nelumbo nucifera : Lotus 16. Raflesia arnoldi : Bunga bangkai 17. Bryophyllum crenata : Cocor bebek 18. Rosa damascena : Mawar 19. Pyrus malus : Apel 20. Pyrus communis : Pir 21. Prunus americana : Abricos 22. Prunus cerasus : Ceri 23. Fragaria vesca : Arbei 24. Mimosa pudica : Putri malu 25. Leucaena glauca : Lamtoro 26. Pitcellobium lobatum : Jengkol 27. Soja max : Kedelai 28. Phaseolus radiatus : Kacang hijau 29. Phaseolus vulgaris : Buncis 30. Pisum sativum : Kapri 31. Myrtus communis : Penghasil mirtol 32. Eugenia aromatica : Cengkeh 33. Eugenia malacensis : Jambu air. 34. Psidium guajava : Jambu biji 35. Carica papaya : Pepaya 36. Camellia sinensis : The cina 37. Ceiba pentandra : Kapuk randu 38. Durio zibethinus : Durian 39. Gossypium herbaceum : Kapas 40. Hibiscus tiliaceus :Waru 41. Hibiscus rosa-sinensis : Kembang sepatu 42. Averrhoe carambola : Belimbing lingir 43. Averrhoe bilimbi : Belimbing wuluh 44. Cucurbita muschata : Waluh 45. Lagenaria leuchanta : Labu air 46. Luffa acutangula : Ceme,oyong 47. Citrullus sativus : Semangka 48. Citrus sp : Jeruk 49. Solanum tuberosum : Kentang 50. Solanum melongena : Terung 51. Capsicum annuum : Cabai 52. Ipomea batatas : Ketela rambat 53. Ipomea reptans : Kangkung 54. Coleus tuberosum : Kentang hitam 55. Ocimum basilicum : Kemangi 56. Hydrilla verticillata : Tumbuhan kolam 57. Ananas sativus : Nanas 58. Allium ascalonicum : Bawang merah 59. Allium sativum : Bawang putih 60. Aloe vera : Lidah buaya 61. Pleomele angustifolia : Daun suji 62. Cyperus rotundus : Rumput teki 63. Cumbopogon nardus : Sereh 64. Saccharum oficinarum : Tebu 65. Oryza sativa : Padi 66. Triticum aestivum : Gandum 67. Zea mays : Jagung 68. Musa paradisiaca : Pisang 69. Alpinia galaga : Laos 70. Curcuma domestica : Kunyit 71. Zingiber oficinale : Jahe 72. Canna indica : Bunga tasbih 73. Dendrobium crumenatum : Anggrek merpati 74. Phalaenopsis amabilis : Anggrek bulan 75. Areca catechu : Pinang 76. Arenga pinnata : Aren 77. Cocos nucifera : Kelapa 78. Elaeis guinensis : Kelapa sawit 79. Phoenix dactilyfera : Kurma 80. Anthurium crystallinum : Kuping gajah 81. Colocasia esculenta : Keladi/talas 82. Bromelia pingiun : Penghasil serabut 83. Mimosa invisa : Putri kejut 84. Codieum variegatum : Puring 85. Hevea brasiliensis : Penghasil karet 86. Sauropus androgynus : Katu 87. Ficus religiosa : Pohon bodi 88. Ficus glomerata : Pohon lo 89. Castiloa elastica : Penghasil karet 90. Casuarina junghuhniana : Cemara 91. Pinus silvestris : Pinus 92. Equisetum debile : Paku ekor kuda 93. Selaginella wildenowii : Paku rane 94. Lycopodium clavatum : Paku kawat 95. Marsilea crenata : Paku semanggi 96. Alsophila glauca : Paku tiang 97. Asplenium nidus : Paku sarang burung 98. Adiantum cuneatum : Suplir 99. Salvinia natans : Paku sampan 100. Platycerium bifurcatum : Paku tanduk rusa Bakteri Nama bakteri berasal dai kata ‘bakterion’ (bahasa Yunani) yang berarti tongkat atau batang. Sekarang nama itu dipakai untuk menyebut sekelompok mikroorganisme yang bersel satu, tidak berklorofil (meskipun ada kecualinya), berbiak dengan pembelahan diri, serta berukuran sangat kecil (renik), sehingga hanya tampak dengan mikroskop. 1. Bentuk Bakteri Berdasarkan bentuk morfologi, maka bakteri dapat di bagi atas tiga golongan, yaitu basil, golongan coccus, dan golongan spiril. • Basil (batang) berbentuk serupa tongkat pendek, silindris. Sebagian besar bakteri berupa basil. Basil dapat bergandeng-gandengan panjang, bergandengan dua-dua atau terlepas satu sama lain. Yang bergandeng-gandengan panjang disebut streptobasil, yang dua-dua disebut diplobasil. Ujung-ujung basil yang terlepas satu sama lain itu tumpul, sedang ujung-ujung yang masih bergandengan itu tajam. • Coccus (bulat) adalah bakteri yang bentuknya serupa bola-bola kecil. Golongan ini tidak sebanyak golongan basil. Coccus ada yang bergandeng-gandeng panjang serupa rantai yang disebut dengan streptococcus, ada yang bergandengan dua-dua yang disebut dipococcus, ada yang mengelompok berempat yang disebut dengan tetracoccus, coccus yang menyerupai susunan untaian buah anggur disebut stapilococcus, sedang yang berbentuk kubus disebut sarcina. • Spiril (spiral)ialah bakteri yang bengkok atau berbengkok-bengkok serupa spiral. Bakteri yang berbentuk spiral itu tidak banyak terdapat. Golongan ini merupakan golongan yang paling kecil, jika dibandingkan dengan golongan coccus dan juga basil. 2. Susunan Sel Sel bakteri terdiri dari dinding luar, ada sitoplasma, dan ada inti. Dinding luar terdirir atas 3 lapis, dari luar ke dalam berturut-turut yaitu, lapisan lender, dinding sel, dan membrane sitoplasma. Dindinng sel sangat tipis, namun dinding inilah yang membrikan bentuk tertentu pada bakteri. Dinding ini dapat diperlihatkan dengan teknik pewarnaan tertentu, atau dengan mengusahakan terjadinya plasmolisis pada sel bakteri. Degan mikroskop electron dinding itu dapat diperlihatkan dengan jelas sekali. Dinding sel dapat terdiri atas macam-macam bahan organic seperti selulosa, hemiselolusa, kitin (bahan organic yang mengandung unsure N), hal itu bergantung kepada spesies bakteri. Zat-zat itulah yang menyebabkan kebanyakan orang menggolongkan bakteri ke dalam dunia tumbuhan. Fungsi dinding sel ialah untuk member bentuk tertentu pada sel, untuk member perlindungan, mengtaur keluar-masuknya zat-zat kimia, dan memiliki peranan dalam pembelahan sel. • Membran sitoplasma (plasmolemma atau lapisan hialin) merupakan bungkus dari protoplasma. Membrane ini ikut menyusun bersama-sama dengan menyusutnya protoplasma pada waktu mengalami plasmolisis. Plasmolema terdiri atas protein dan lipida, mudah menyerap warna yang alkalis. Oleh karena itu, plasmolema diperlihatkan dengan suatu teknik pewarnaan tertentu. Plamolema juga memegang peranan di dalam pembelahan sel • Lapisan lendir, kapsula. Kebanyakan bakteri mempunyai lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel seluruhnya. Jika lapisan lendir ini cukup tebal, maka bungkus itu disebut kapsula. Lendir ini tidak mudah menyerap warna. Hanya dengan pewarnaan yang khusus, lapisan lendir itu dapat diperlihatkan. Kapsula ini terdiri atas karbohidrat. Kapsula memberikan perlindungan terhadap kekeringan, seakan-akan merupakan suatu ‘benteng’ untuk bertahan. Sehingga kebanyakan bakteri yang mempunyai kapsil termasuk dalam kategori bakteri yang ganas (virulent) sekali. • Isi sel berupa protoplasma dengan berbagai bahan lain yang terkandung di dalamnya. Protoplasma disebut juga sitoplasma atau plasma sel. Protoplasma merupakan suatu koloid yang mengadung karbohidrat, protein, enzim-enzim, juga belerang, kalsium karbonat dan volute, yakni suatu zat yang mengandung banyak asam ribonukleat (ARN) dan mudah menyerap zat warna tertentu, yaitu zat warna yang bersifat basa. • Inti sel (nucleus). Sekarang ini telah diketahui dengan pasti, bahwa bakteri (berikut ganggang biru) mempunyai inti yang terdiri atas asam deoksiribinukleat (ADN) dan asam ribonukleat (ARN). Hanya saja inti bakteri ini tidak memiliki membrane atau bersifat prokariot. 3. Spora Bakteri Biasanya istilah spora dipakai untuk menyebut alat pembiak yang terdapat pada jamur, ganggang, lumut dan paku-pakuan. Istilah spora pada bakteri mempunyai arti lain. Spora bakteri ialah bentuk bajteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari luar. Spora bakteri mempunyai fungsi yang sama dengan kista pada amoeba yang sama-sama berfungsi melindungi diri terhadap factor-faktor luar yang tidak menguntungkan. Segera setelah keadaan luar baik lagi bagi mereka, maka pecahlah bungkus spora tersebut dan tumbuhlah bakteri itu kembali seperti biasanya. Menurut Knaysi (dalam Dwidjosepoetro, 2005, hal. 30) terjadinya spora atau sporulasi itu dapat dibagi atas 4 tahap, yaitu : • Tahap permulaan, dimana koloni menunjukkan pertumbuhan yang sangat lambat • Selama beberapa jam kelihatan adanya bahan-bahan lipoprotein yang mengumpul ke salah satu ujung sel, sehingga ujung itu tampak padat • Maka timbullah bungkus yang menyelubungi calon spora. Selubung terdiri atas 2 lapis, yaitu kulit luar (eksin) dan kulit dalam (intin). Pada beberapa spesies intin itu menjadi dinding sel, apabila spora melanjutkna pertumbuhannya menjadi bakteri biasa. Dinding spora itu impermiabel bagi zat-zat yang dapat mengganggu kehidupan bakteri • Pada tahap yang terakhir maka spora tampak berubah bentuk dan berubah volume. Endospora dapat tetap tinggal di dalah satu ujung atau ditengah-tengah sel. Sel dapat pecah karena perkembangan endospora. Pecahan itu kemudian luluh menjadi satu dengan medium. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Mempelajari bakteri merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan sangat penting dipelajari olah mahasiswa biologi maupun prodi kesehatan lainnya. Mengingat pentingnya untuk mempelajari tentang bakteri, maka ilmu bakteriologi ini tidak bisa dipelajari sembarangan, harus ada orang-orang yang sangat ahli dalam ilmu tersebut. Bakteri ini sangat bermamfaat untuk di pelajari di dalam dunia pendidikan gunanya agar mengetahui karakteristik, morfologi, fungsi dan lain-lain dari bakteri tersebut. Bakteri pada dasarnya ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan bagi kehupan. 1.2 Batas Masalah Adapun batas masaalah dalam makalah ini adalah 1. Pengertin bakteri 2. Taksonomi 3. Ciri-ciri 4. Morfologi 5. Struktut bakteri 1.3 Tujuan Makalah Tujuan penulis membuat bahan ajar dengan mengunakan Program Microsort Frontpage yaitu tujuannya untuk mempermudahkan dalam hal penyampaian bahan yang akan di ajarkan. Salah satunya yaitu Bakteri yang akan di bahas dengan menggunakan program prontpage. Bakteri merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dibahas pada jurusan bologi maupum prodi kesehatan lainnya. Karena bakteri ini sangat berpengaruh atau tidaknya bagi kehidupan manusia umumnya. BAB II PEMBAHASAN BAKTERI A. Pengerian Bakteri Nama bakteri berasal dari bahasa ingkat atau batang. Bedasarkan bentuk morfologinya bakteri dibagi atas 3 golongan yaitu golongan basil serup tongkat pendek, golongan kokus serupa bola-bola kecil dan golongan spiral. Bakteri dari koloni yang sudah tua sering menunjukkan kelainan seperi sel yang mempunyai cabang, sel yang agak besar dan tidak beraturan bentuknya bila dimasukkan dalam medium dalam jangka waktu yang sudah lama”. Bakteri merupakan kelompok makhluk yang terkecil dalam kehidupan, yang tidak bias di jangkau dengan mata telanjang. Bakteri hubungan kekerabatannya dengan makhluk hidup masih diliputi kegelapan. B. Taksonomi Taksonomi adalah istilah yang dipakai untuk klasifikasi secara sistemik, penamaan dan indentifikasi organisme. Klasifikas merupakan penyusunan organisme ke dalam kelompok taksonomi berdasarkan kemiripan atau hubungannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut: • Dunia bakteri dan tumbuhan secara garis bessar dibagi atas takson: 1. Kingdom (dunia) : Prokaryota 2. Divisi (phylum) : Eubacteria 3. Klas : Bacteriae 4. Ordo : Fubacteriales 5. Famili : Lactobacteriaceae 6. Genus : Streptococcus 7. Spesies : Streptococcus lactis  Semua organisme diklasifikasi dalam 5 (lima) kingdom, yaitu: 1. Prokaryota 2. Protista 3. Myceteae 4. Plantae dan 5. Animalia. • Bakteri termasuk dalam kingdom prokaryota, dan dibagi dalam 3 (tiga) divisi, yaitu : 1. Eubacteria, 2. Archeobacteria 3. Cynobacteria.  Eubacteria terbagi dalam 3 kelas. 1. Bakteri (kokus, batang dan spiral) 2. Ricketsia (obligat intra seluler) 3. Mycoplasma (tidak mempunyai dinding sel)  Sistem dua nama (binomenklatur): 1. Genus : ditulis dengan huruf besar 2. Spesies : ditulis dengan huruf kecil 3. Nama bakteri ditulis dengan huruf italik atau menggunakan garis bawah pada penulisannya, misalnya Mycrobacterium tuberculosis.  Penulisan genus dapat disingkat menjadi M. tuberculosis setelah sebelumnya nama genus ditulis lengkap yaitu pada awal muncul pada suatu penulisan.  Bila terdapat dua genus atau lebih yang mempunyai huruf awal sama, misalnya Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutan ======= biasanya nama genus disingkat menjadi Staph. atau Strep. untuk menghindari kekeliruan.  Nama bakteri tidak digaris bawah dan tidak dimulai dengan huruf besar bila : 1. nama bakteri digunakan sebagai kata sifat, misalnya toksin stafilokokus atau spora klostridium 2. nama bakteri digunakan untuk menunjukkan kelompok, misalnya salmonellae, streptococci  Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok raksasa dari organisme hidup.  Ukurannya sangat kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal).  Karakteristik: 1. Sangat kecil (mikroskopik) === 0,5-5 μm ----- 0,3 mm (Thiomargarita). 2. Uniselular (bersel tunggal) 3. Struktur sel relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. 4. Memiliki dinding sel 5. Prokariota  Ukuran bakteri sangat kecil berkisar antara 0,5-5μm.  Bakteri terbesar yang pernah ditemukan adalah Thiomargarita dengan lebar mencapai 750μm (0,75 mm) yang membuatnya bisa terlihat dengan mata telanjang.  Seperti prokariota (organisme yang tidak memiliki selaput inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana.  Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. C. Morfologi Bakteri Gambar bentuk bakteri  Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu: 1. Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: - Mikrococcus, jika kecil dan tunggal - Diplococcus, jika bergandanya dua-dua - Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar - Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus - Staphylococcus, jika bergerombol - Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai 2. Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut: - Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua - Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai 3. Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut: - Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran - Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran D. Struktur Sel Bakteri Secara umum struktur sel bakteri ini dibagi atas 3 bagian, yaitu: 1. Dinding luar (Selaput Plasma atau Membran Plasma atau Plasmalemma). 2. Sitoplasma 3. Inti Sel (Nukleus) 1. Dinding Sel a. Fungsi dinding sel : 1 .Memberi bentuk tertentu pada sel 2 Memberi perlindungan 3 Mengatur keluar masuknya zat-zat kimia 4 Pembelahan sel. b. Dinding sel bakteri dapat diperlihatkan dengan teknik pewarnaan ==== pewarnaan gram c. Dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan yang terletak di luar membran sitoplasmik. d. Peptidoglikan berperan dalam kekerasan dan memberikan bentuk sel. e. Ada dua tipe utama bakteri berdasarkan kandungan peptidoglikan dinding selnya yaitu: 1. Bakteri Gram positif :  Dinding sel mengandung peptidoglikan (tebal), asam teichoic  Hasil pewarnaan Gram ==== warna biru sampai ungu  Stafilokokus, Streptococcus , Bacillus, Clostridium 2. Bakteri Gram negatif:  Dinding sel mengandung lipopolisakarida dan peptidoglikan (tipis)  Hasil pewarnaan Gram ==== warna merah  Enterobacter, Pseudomonas, Vibrio 2. Sitoplasma Bagian yang cair dalam sel yang terletak diantara membran sel dan membran yang membungkus inti sel dinamakan Sitoplasma (khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma). Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Pada organisme eukaryot di dalam sitoplasma terdapat bermacam-macam Organel sel (benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma) misalnya mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi. 3. Inti Sel Fungsi dari inti sel adalah : 1. Mengontrol metabolisme 2. Mengontrol sintesis protein 3. Menyimpan dan memproses informasi genetik (kromosom yang berisi DNA). • Bedanya inti sel prokaryot dan eukaryot : inti sel prokaryot tidak dibungkus oleh membran.  Berdasarkan struktur sel, maka makhluk hidup baik yang bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) dibagi atas 2 golongan: - Sel Prokaryota, mis bakteri, ganggang biru - Sel Eurkaryota, mis manusia, hewan 4. Perbandingan Sel Prokariota Dengan Sel Eukariota. Tabel perbedaan antara sel Prokarion dan Eukarion Komponen sel Prokariotik Eukariotik Dinding sel Komplek dengan glikopeptida Tanpa glikopeptida Membran sel Tanpa sterol Mengandung sterol Mesosom Ada Tidak ada Nukleus DNA tanpa selaput DNA + histon + selaput Pembelahan sel Membelah Dua dan Tunas Mitosis, Miosis Ribosom 70 S 80 S Kromosom Tunggal Ganda Mitokondria Tidak Ada Ada Kloroplas Tidak Ada Ada Kromatopora Ada pada spesies tertentu Tidak Ada 5. Struktur sel bakteri lainnya 1. Flagela Gambar bentuk bakteri - Flagela adalah struktur kompleks yang tersusun atas bermacam-macam protein termasuk flagelin yang membuat flagela berbentuk seperti tabung cambuk dan protein kompleks yang memanjangkan dinding sel dan membran sel untuk membentuk motor yang menyebabkan flagela berotasi. - Flagela berbentuk seperti cambuk. - Flagela digunakan bakteri sebagai alat gerak. Keterangan A-Monotrik; B-Lofotrik; C-Amfitrik; D-Peritrik; Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi 5 gol yaitu: 1. Atrik, tidak mempunyai flagel. 2. Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. 3. Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. 4. Amfitrik, mempunyai sejumlah flagel pada kedua ujungnya. 5. Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. 6. Beberapa Bakteri Penyebab Infeksi Penyakit Penyebab Sifilis Treponema pallidium Kolera Vibrio cholera Difteri Corynebacterium difteri Typhus abdominalis Salmonella typhi Tetanus Clostridium tetani Lepra Mycobacterium lepra Radang abses Streptococus pyogenes Dll BAB III PENUTUP KESIMPULAN Bakteri merupakan kelompok makluk hidup yang terkecil di dalam kehidupn yang tidak bias di jangkau dengan mata. Berdasarkan jumlah plagellanya Bakteri ada yang berbentuk Monotrik; Lofotrik; Amfitrik; dan Peritrik;. Secara umum struktur sel bakteri ini dibagi atas 3 bagian, yaitu Dinding luar (Selaput Plasma atau Membran Plasma atau Plasmalemma, Sitoplasma dan Inti Sel (Nukleus). Berdasarkan bentuknya bakteri dibedakan dalam tiga bentuk yaitu Kokus, spiral, dan basil.